Aku menghidupkan mode silent pada ponselku. Tak lagi memedulikan berapa kali panggilan yang masuk, juga pesan ancaman apa saja yang menghiasi layar ponselku. Terakhir kali sebelum aku mengganti mode ponsel, pesan Mas Hasan berisi umpatan bertengger gagah di layar ponsel, agar aku tak minggat membawa anaknya. Dia seperti orang hilang kewarasannya, padahal aku tak berniat untuk kabur. Aku tak berniat menjadi pengecut untuk mengakhiri ini semua dengan hal yang tak baik. Meskipun aku menyadari semua hal yang terjadi pada kami memang tidak dimulai dengan sesuatu yang baik. Aku sedikit tenang kala dering ponsel tak lagi mengganggu gendang telinga. Berganti dengan suara desau angin yang berputar di atas pohon-pohon bambu dengan ukuran rata-rata melebihi 3 meter di belakang rumahku.

