Bab 24

1326 Kata

Sekar berdiri termangu di depan lemari. Dalam hatinya bertanya apakah benar yang ia lakukan? Pergi dari hidup lelaki yang sudah menemaninya hampir setengah waktu dari hidupnya. Apakah benar ini cara yang baik untuk mengucapkan terima kasih pada Marni setelah wanita itu mengurusnya sejauh ini? Katanya hutang budi tak bisa dibayar dengan mudah. Sekar mengakui itu. Hutang budi lah yang membuat ia bertahan sampai sejauh ini. Bak tawanan yang tinggal menanti eksekusi. Ah tidak! Seperti itu lebih baik, setidaknya eksekusi adalah ujung dari labirin yang tak Sekar ketahui ujungnya. Sedangkan saat ini dia hanya bisa jadi tawanan yang dicambuk berulang dan tak bisa pergi ke mana-mana. Yang mungkin esok atau lusa cambukkan itu akan mengendur atau— mungkin lebih mengerikan dari cambukkan sebelumnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN