Bab 32

1214 Kata

“Lo gila?!!” Rani memekik seraya melemparkan tatapan tajam. Sedangkan orang yang ditatapnya nampak acuh. Melati masih memfokuskan pandangan pada gaun-gaun yang baru saja ia pilih. “Mungkin iya, mungkin juga nggak” jawabnya enteng. “Mel, inget lo juga perempuan!” Cecar Rani, masih memandang Melati dengan tatapan menghunus. “Memang apa salahnya? Aku kan mau menikah bukan berzinah. Lalu apa salahnya?” Melati mengangkat bahunya, kemudian kembali sibuk menunjuk satu demi satu gaun di hadapannya. “Jadi yang mana ya? yang warna merah apa warna biru. Ya ampun Ran, ini bagus semua. Aku jadi bingung.” “Mel!” “Iya ... aku tau semuanya bagus. Kulitku putih, warna cerah-cerah kaya gini nggak masalah ya. Astaga kalau gini artinya harus beli semua nih.” “Lo perempuan, kan? Kenapa lo jadi kaya gin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN