Bab 31

1001 Kata

Mencintai suami sendiri— meski suaminya belum tentu membalas perasaannya— bukan merupakan sebuah dosa, kan? Ya setidaknya Sekar tak berdosa karena saat ini jantungnya berdegup kencang—tak seperti normalnya. Terlebih saat jempol Hasan mendarat di sudut bibir sebelah kanan. Hasan berhasil membuat Sekar takut jika Hasan mendengar suara degupannya. “Udah disuapin masih aja berantakan makannya.” Hasan tersenyum serta menatap Sekar intens. Lagi-lagi Sekar membalas senyuman itu dengan kaku. Demi apapun saat ini wajah Sekar bersemu merah jambu kala Hasan menyodorkan lagi sendok berisi bubur ke arah mulutnya. Dengan gerak kikuk Sekar membuka mulutnya. Tak pernah ia makan sesulit ini menelan makanan yang hanya sesendok bubur. Bukan karena sembilu seperti biasanya. Tapi karena keheranannya mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN