“Populasi wanita wanita di zaman sekarang dua kali dari populasi laki-laki. Jadi jangan khawatir, kamu tidak perlu mencari banci agar burungmu dapat sarang. Tapi ternyata kamu lelaki yang cerdas juga, daripada memilih banci kamu malah lebih memilih istri orang. Atau kamu termasuk sekte ‘kutunggu jandamu’? Menyedihkan sekali!” Suara di belakang syarat akan sindiran. Sekar dan Rofiq menoleh bersamaan. Tentu saja bukan untuk memastikan siapa pemilik suara berat itu, mereka sudah sadar betul suara siapa yang mereka dengar. Tapi mereka lebih ingin tahu apa yang Hasan tendang barusan. Sampah berserakan, tabung tong berguling sampai ke seberang jalan. Dan tentu saja wajah lelaki paling menyebalkan yang pernah Rofiq kenal. Meski begitu, di antara semua kekacauan ini, Sekar harus tetap berterima

