bc

Kara, Si Troublemaker

book_age16+
0
IKUTI
1K
BACA
goodgirl
drama
sweet
bxg
campus
city
office/work place
childhood crush
secrets
like
intro-logo
Uraian

Jika ada satu perempuan yang sangat Fajar benci, prempuan itu adalah Kara Septiani Gucci. Sejak SD, Fajar sudah membenci Kara karena dia selalu menguntitnya. Menunggunya di halte hanya untuk melihat Fajar duduk di angkutan umum. Dan hal yang membuat Fajar membenci Kara setengah mati adalah dia mengaku sebagai Raisa. Fajar suka chating dan menelpon sosok perempuan bernama Raisa. Bodohnya Fajar malah jatuh cinta pada sosok Raisa. Dan hal yang membuatnya mual adalah menerima fakta bahwa Raisa adalah Kara. Bagaimana dengan kondisi Fajar yang sudah terlanjur jatuh cinta pada Raisa? Apakah dia akan menerima Kara sebagai Raisa?

chap-preview
Pratinjau gratis
Kara, Sialan!
Fajar menutup mukanya dengan bantal, dirinya benar-benar marah dan kecewa atas apa yang dilakukan oleh Kara. Kara adalah temannya sejak SD dan SMP, perempuan 21 tahun itu adalah stalkernya, pengagum berat dirinya. Sejak SD sampai sekarang Kara secara terang-terangan mengatakan kalau dirinya sangat menyukai Fajar bahkan Kara mengaku terobsesi padanya. Tingkah Kara untuk menarik perhatiannya benar-benar unik, sejak SD hingga SMP, dirinya selalu menunggu Fajar, baik ketika akan berangkat sekolah maupun saat pulang sekolah menggunakan sepedanya. Padahal jarak rumah Kara dan Fajar lumayan jauh. Namun pada saat SMA, Kara dan Fajar tidak satu sekolah, pada awalnya Fajar senang ketika mengetahui tidak satu sekolah lagi dengan Kara. Fajar melanjutkan sekolah ke jenjang SMA sedangkan Kara lebih memilih sekolah kejuruan. Namun, ternyata Fajar salah kaprah, berbeda sekolah bukan berarti Kara berhenti membuntuti dirinya, Kara selalu menunggunya di halte bis sejak pagi buta untuk sekedar melihat wajah pujaan hatinya itu sambil melambaikan tangan pada dirinya. Kara melakukan itu, sampai lulus SMA, sebenarnya Fajar merasa terharu pada apa yang dilakukan Kara padanya. namun dirinya merasa tindakan Kara itu terlalu berlebihan. Selepas SMA, Fajar melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Teknik di luar kota, diapun tinggal di rumah kakak iparnya. Fajar merasa lega, karena Kara tidak mengikutinya untuk melanjutkan kuliah di luar kota. Setahu Fajar, Kara sengaja tidak melanjutkan kuliah karena memang diirnya tidak suka belajar. “Ah, orang seperti dia memang tidak bisa diandalkan,” gerutu Fajar sambil tersenyum sinis. Jujur, Fajar merasa sangat terganggu dengan tindakan Kara selama kurun waktu 12 tahun itu. Namun kini Fajar akhirnya terbebas dari gangguan si Troublemaker Kara dalam waktu yang cukup lama. Bukan Kara namanya, kalau tidak bisa mengganggu Fajar. Selama hampir tiga bulan ini, Fajar memiliki kenalan dan sering melakukan chating dengan seorang perempuan yang diketahui bernama Raisa, perasaan Fajar pada Raisa sungguh begitu dalam, bahkan Fajar menyanyikan lagu kesukaan Raisa di telepon meskipun sebenarnya mereka belum pernah bertemu namun Fajar terlampau merasa nyaman dengan Raisa. Sifat Raisa yang hamble, suaranya yang renyah dan sangat perhatian membuat Fajar jatuh hati. Tapi Fajar harus menelan kenyataan pahit yang sangat menyakiti hatinya, setelah mengetahui bahwa Raisa tak lain adalah Kara sendiri. Perempuan troublemaker itu mendapatkan nomor ponsel Fajar dari Aji, teman Fajar saat mereka sama-sama mendaftar di IPDN, yang pada akhirnya Kara berpura-pura menjadi Raisa dan membuatnya jatuh hati. Tindakan Kara membuat Fajar murka, dia marah namun tidak bisa melampiaskan kemarahannya pada Kara secara langsung. Hatinya sungguh sakit karena merasa ditipu oleh orang yang sangat dibencinya. Melalui telepon, Kara tak henti-hentinya meminta maaf, bahkan dia hendak menyusul ke tempat Fajar untuk meminta maaf secara langsung. Namun meski berat hati Fajar memaafkan kesalahan Kara karena dirinya tidak mau Kara datang ke tempatnya, karena Fajar tahu perempuan itu sangat nekad dan tidak main-main dengan apa yang diucapkannya. Dan kini Fajar harus menyembuhkan luka hati akibat perasaan patah hati sekaligus kenyataan pahit akibat ulah Kara. Padahal sesungguhnya dirinya sudah terlanjur jatuh hati pada sosok Raisa. Sebenarnya Fajar sama sekali tidak pernah tahu seperti apa karakter Kara, dirinya terlanjur menabur kebencian karena sikapnya yang terlalu aktif mengejar-ngejarnya selama 12 tahun itu. Raisa dan Kara adalah orang yang sama, dirinya jatuh hati pada Raisa yang tak lain adalah Kara, namun Fajar menafikan bahwa sebenarnya dirinya juga telah jatuh hati pada Kara. Secara fisik, Kara adalah perempuan yang manis, dia juga orang yang baik. Pernah suatu kali Fajar melihat Kara sedang memberi makan seekor kucing yang ditelantarkan pemiliknya, dia juga sangat peduli pada sesamanya, terbukti Kara pernah tergabung dalam sebuah kegiatan sosial. Namun hati Fajar tidak terbuka sedikitpun pada Kara meskipun banyak nilai plus dari diri seorang Kara. Fajar terlanjur membenci Kara, dirinya seolah menutup akses masuknya perasaan cinta pada diri Kara. Baginya lebih baik memilih perempuan lain untuk dijadikan pasangan hidup daripada harus memilih Kara. Fajar, menutup matanya seolah meresapi kata-katanya sendiri yang sebenarnya tidak diyakininya. ** Satu bulan pasca perasaan patah hati yang dirasakan Fajar karena ulah Kara, dirinya menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas kampus agar perasaan sakit hatinya tidak terasa lagi. Teror dari Kara juga sudah berhenti, yang biasanya sering men-chat dirinya tiga kali sehari layaknya minum obat kini tidak ada lagi. Ponselnya seolah mati, seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan. Dalam hati Fajar yang paling dalam, ada perasaan kehilangan yang sebenarnya tidak ingin dia akui. Namun hati kecilnya memang tidak bisa berbohong, Fajar sebenarnya jatuh hati pada sosok Kara yang pantang menyerah dalam mengejar cintanya. Tidak ada perempuan yang menyukainya seperti Kara, yang selalu tersenyum memamerkan gigi kelincinya ketika bertemu dengannnya. Atau binar matanya yang cerlang ketika mendapati dirinya duduk di bis yang dia tunggu. Pernah suatu kali ketika Kara menunggu dirinya di halte bis, dan menemukan Fajar duduk di bis, Kara mengejar-ngejar bis itu sampai Fajar melihatnya. Awalnya dirinya merasa risih dan terganggu dengan ulah Kara, namun ketika Kara sudah tidak mengganggunya lagi, justru Fajar merasa rindu. Kara adalah Kara, tidak ada perempuan yang mencintainya seperti Kara, tidak ada yang memperhatikannya ketika tidak ada satu orangpun yang peduli padanya. Fajar menatap sungai Ciloseh yang airnya sedikit kecoklatan, dirinya meraba hatinya yang sakit, hatinya seolah hampa. Fajar juga merasa masih bingung, apakah dirinya harus membalas cinta Kara atau tidak, dirinya juga merasa gengsi jika menerima cinta Kara, namun di sisi lain dia juga akan merasa kehilangan sesosok perempuan tulus yang membuatnya tersenyum tiba-tiba dan hatinya berdebar-debar tak menentu. Fajar masih berdiri sambil merenungi dan mencoba jujur pada hatinya sendiri, langkah kakinya gontai, dirinya masih dilanda kebingungan dan kegalauan tingkat berat, tanpa sadar mulutnya menyebut nama Kara… Kara… Kara… *** #Atas Nama Cinta:Romance Writing Competition

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Unscentable

read
1.9M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
724.3K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
1.6M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
960.7K
bc

A Warrior's Second Chance

read
347.8K
bc

Not just, the Beta

read
342.9K
bc

The Broken Wolf

read
1.1M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook