“APA!” “Ma ... sejak kapan aku mempunyai calon suami? Aku bahkan tidak mengenalnya. Tahu rupa wajahnya saja aku tak tahu. Bagaimana aku bisa menikah dengan seseorang yang tak aku kenal.” “Kiana ... tenanglah ... ini demi kebaikanmu ... Nak Xiao Zhan anaknya baik dia yang telah merawat dan membiayai pengobatanmu selama kau tak sadarkan diri.” ibuku mendekat dan berusaha membujukku. “Dia yang membiayaiku? Apa karena itu? Ini sama saja kau menjual anakmu sendiri!” pekik keras. Aku tak menyangka selama aku tak sadarkan diri orang tuaku telah mencarikan calon suami untukku. “Nak Xiao Zhan bisakah meninggalkan kami sebentar. Sepertinya tante harus berbicara dengan anakku.” “Baik. Tante ...” lalu kudengar langkah kaki menjauh. Itu artinya saat ini hanya ada aku dan ibuku. “Maa ... sejak

