BAB 40

1965 Kata

          Kiana pov           “Kiana ... hiskk ... hiskkk ... bangunlah ... nak ...” samar-samar kudengar suara wanita paruh baya yang menangis di sampingku. Suara yang sangat mirip dengan ibuku.           “Ibu ... mohon Nakk ... bangunlah ...”           Ibu? Jadi benar ini suara itu. Kenapa dia menangis? Oh iya. Aku ingiat kemarin aku dan Xue Mei berada di pesawat menuju Indonesia. Tunggu! Bukankah saat itu ada kecelakaan? Apa yang terjadi setelah kejadian itu.           “Kiana bangunlah ... ibu merindukanmu ...”           Aku mencoba untuk bangun. Aku ingin melihat ibuku. Tapi kenapa mataku rasanya berat untuk terbuka. Aku terus mencoba membuka mataku. Dan saat terbuka, kenapa masih gelap. “Maa ...” aku bergumam pelan memanggil ibuku.           “Kiana kau sudah bangun, Nak ...”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN