Kupandangi tiap-tiap pengunjung di sekitarku. Aku masih menangis haru tak percaya. Dan dengan pelan aku mengangguk. “Tentu saja ... aku mau Xue ...” Senyum merekah pun tercetak jelas di wajah Xue Mei sebelum memasangkan cincin ke jari kecilku. Beberapa pengunjung pun kembali bersorak germbira dan bertepuk pangan untuk kami. Tak sampai di situ Xue Mei segera berdiri dan lalu tanpa kusadari tangannya memegang tengkuku dan menciumku secara tiba-tiba. Sejenak aku menghentikannya. Ini sangat memalukan berciuman di depan banyak orang. Apa lagi Xue adalah seorang artis. Pasti akan menambah masalah dan mengundang banyak kritikan. “Xue ...” Kulihat Xue hanya tersenyum padaku. “Jangan memikirkan yang lain. Aku tak perduli apa yang aka

