-----------------------******-------------------------- Waktu subuh menghampiri, laki-laki itu melepas pelukannya dan turun dari ranjang rawat sang istri, ia hanya melepaskan sekali tubuh sang istri dari pelukannya saat perawat mengecek kondisi wanitanya itu. Masuk kekamar mandi rumah sakit, ia berwudhu, setelahnya menggelar sajadah tepat disamping ranjang rawat sang istri, ia menghadap Tuhannya sembari memohon kesembuhan untuk wanitanya, setelahnya ia kembali duduk disamping sang istri sembari menatap dalam wanitanya yang masih setia dengan mata tertutupnya. Mata tidak sepandai lidah dalam menyampaikan rasa Siapapun bisa melihat apa yang tengah dirasa laki-laki itu dari matanya, luka dan kecewa, cinta dan kerinduan yang menjadalam dan yang paling dominan adalah kegelisahan dan ketakut

