-------------------------*****------------------------- Dikesunyian malam, mata itu menatap lekat wajah yang amat sangat ia rindukan, pengisi hati yang mengoyak hati, pelipur lara yang menggores luka, namun apa hendak dikata, seberapa hatinya terluka dan kecewa, cintanya tetap tidak berkurang, malah cinta itu semakin dalam walau beriring kata luka dibelakangnya. Dalam kesunyian tak banyak hal yang ia ucap, namun tatapan mata dan airmata yang keluar bisa mewakili semua yang ia rasa, ia menggenggam kuat tangan digenggamannya, isak itupun akhirnya lolos, bukan karna rasa kecewa yang membuatnya menangis, bukan pula karna luka ia mengeluarkan airmatanya, tapi karna cinta membuatnya menangis, sedalam apapun rasa kecewa dan lukanya akan sosok dihadapannya, namun itu tak dirasa, karna rasa membu

