*** Setelah sempat mengobrol dengan Mauren, Flora akhirnya sampai di kamar. Tidak ada Arutala, suasana kamar miliknya sepi, sehingga setelah menyimpan koper di dekat kasur, dia menghempaskan tubuh di sofa panjang yang tersedia. Diam sejenak sambil mengingat lagi obrolan dengan Mauren, Flora mengeluarkan lagi ponselnya untuk dia pakai menghubungi sang kekasih. Bukan sekadar berbincang, beberapa waktu lalu Flora diminta Mauren untuk membujuk Asta agar tidak pergi dengannya. Bukan tanpa alasan, Mauren meminta hal tersebut karena katanya malam ini keluarga besar Asta mengadakan kumpulan, sehingga Asta—selaku cucu satu-satunya sang eyang kakung, diharuskan untuk hadir. Jika boleh jujur, Flora merasa keberatan karena selain membujuk, dia juga diminta untuk berbohong. Namun, karena tidak enak

