Bagian Delapan Puluh

979 Kata

*** "Aru kenapa, Sayang? Kok makannya kaya enggak semangat gitu? ikan sama nasinya enggak enak?" Setelah memperhatikan Arutala yang terlihat tidak bersemangat makan, pertanyaan tersebut Flora lontarkan pada putranya itu. Cukup lama di rumah sakit, Flora dan yang lainnya sudah pulang. Namun, tidak langsung ke rumah, mereka memutuskan untuk mampir ke sebuah restoran guna mengisi perut. Jika ketika berangkat, Arutala masih ceria, maka sejak meninggalkan rumah sakit, mood putra semata wayang Flora tersebut berubah seratus delapan puluh derajat. Selain karena Asta yang hanya berbaring dengan kondisi tidak sadar saat ditemui, mood Arutala buruk karena dokter yang memeriksa Asta berkata jika pria itu belum menunjukan tanda-tanda sadar meskipun sudah menggerakkan jemari. Arutala kecewa, kare

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN