Bagian Tujuh Puluh Enam

939 Kata

*** Setelah makan siang bersama, Arutala kembali mengeluh ngantuk. Tiba-tiba manja, dia meminta Altariga untuk memomongnya, dan tanpa ada penolakan, Altariga dengan senang hati mengabulkan permintaan sang putra. Tidak terus di ruangan kerja Flora, pria itu membawa Arutala ke studio, hingga setelah hampir dua puluh menit berlalu, Flora dilanda penasaran. "Udab tidur belum ya, Aru?" tanyanya, sejenak berhenti dari kegiatan mendesign. "Capek banget kayanya. Belum lama tidur, sekarang udah tidur lagi." Tidak terus di kursinya, Flora beranjak. Membuka pintu ruangan yang tertutup rapat, dia disambut pemandangan tidak terduga di sofa studio. Di sana, dia melihat Altariga tertidur sambil menggendong Arutala. Bersandar pada sofa—tempat para konsumen Flora biasa duduk, Altariga menahan tubuh sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN