*** Malam berlalu, pagi akhirnya datang. Lima jam terlelap, pagi ini Altariga terbangun dengan perasaan yang masih bimbang. Belum berbicara apa-apa dengan Gisella, dia berharap hari ini bisa mengambil keputusan setelah mengobrol berdua dengan sang istri, lalu mendapatkan penjelasan. "Setelah ini tolong bawain teh ke ruang kerja aku," ucap Altariga, yang seperti biasa dipasangkan dasi oleh Gisella. "Sekalian aku mau bicara sama kamu." "Mau bicarain apa sih?" tanya Gisella, sambil tersenyum. "Aku penasaran lho dari semalam." "Nanti kita bicarain di ruangan kerjaku," ucap Altariga dengan raut wajah serius. "Ini masalah serius." "Serius banget?" tanya Gisella polos. "Iya." "Oke deh," ucap Gisella. "Aku ke bawah dulu kalau gitu." "Hm." Tidak hanya berucap, Gisella melangkah pergi menin

