*** "Terima kasih informasinya ya, Tante. Siang atau sore, aku usahain datang ke sana. Semoga enggak ada halangan." Setelah mendengar jawaban untuk ucapannya barusan, Flora meminta izin untuk menyudahi panggilan. Tidak hanya lewat ucapan, dia juga memutuskan telepon, sehingga setelahnya sambungan pun terputus. Dengan air mata yang menggenang, Flora menjauhkan ponselnya dari samping telinga, lalu sebelum menghampiri Altariga di dekat mobilnya, dia menyempatkan diri untuk mengusap cairan bening di kedua pelupuk mata. Beberapa waktu lalu—persis setelah dirinya menerima hadiah dari Altariga, sebuah panggilan tiba-tiba masuk. Bukan dari orang asing, telepon berasal dari Mauren, sehingga Flora pun lekas menjawab lalu menjauhkan diri dari Altariga. Tidak berbeda dari sebelumnya, Mauren meng

