“Jangan lupa mengunci pintu setiap kali kau ingin bepergian ataupun tidur, La. Aku mungkin akan kembali setelah tiga hari atau bahkan satu minggu. Mereka pasti akan menahanku di sana.” Ujar Narisa kepada Ela yang tidur-tiduran. Narisa sendiri sibuk mengeluarkan barang-barangnya dari dalam kamar. “Kau dengar tidak apa yang aku katakan?” tanya Narisa kesal sendiri karena Ela seolah tak acuh pada pesan-pesannya. Ela melirik Narisa sebentar, lalu kembali memainkan ponselnya, “Aku sudah hapal apa yang kau pesankan, jadi pergilah dengan damai.” Karena ada acara keluarga tiri Narisa, ayahnya mengundangnya untuk datang. Meski tak ingin, Narisa dipaksa dengan ancaman ayahnya yang pada akhirnya membuatnya setuju untuk bergabung dengan keluarga sialan itu. Mereka terlalu sering melakukan pesta da

