Minta Jatah

1241 Kata

             Seiring jam demi jam berlalu, pikiran Nabila berputar terus. Mencoba mengira-ngira apa yang membuat Jayat bertingkahlaku aneh. Apakah Jayat tidak puas karena ulah Bella? Apakah Bella melakukan yang tidak menyenangkan Jayat? Bagaimana kalau Jayat berbuat begitu karena Bella berselingkuh? Bukankah semua itu masuk akal?              Dari mulanya tidak respek, perasaan Nabila berubah menjadi respek dan hormat. Ini membuat ia mengorek kembali isi tempat sampah dan menemukan kembali cabikan kartu nama Jayat. Tak berapa lama dengan menggunakan salotip ia menyusun kembali kartu nama tadi. Entah dari mana, bayangan Jayat muncul di benaknya. Setelah berpikir sedikit lebih lama, Nabila harus mengakui bahwa Jayat itu tidak jelek. Baginya, Jayat cukup ganteng.              Ya, cukup gant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN