Vio yang merasakan kesakitan di bagian intinya, lebih terluka saat Brian mengucapkan hal itu. Lelaki itu memang hanya melihat Azzura pada dirinya. Dan bodohnya Vio benar-benar melayang saat Brian memanjakannya. Vio menangis, merasakan perih di inti dan juga hatinya. Brian boleh tidak mencintainya, tetapi jika mencumbunya, setidaknya pandanglah dia sebagai dirinya. Bukan orang lain. Brian benar-benar marah, tetapi rasa nikmat yang dia rasakan membuatnya melupakan amarahnya. Dia kembali membuai Vio dengan gulungan kenikmatan dan kesakitan yang dia berikan bersamaan. Brian terus melanjutkan apa yang sudah dia mulai. Dia tidak bisa memungkiri jika milik Vio benar-benar nikmat. Brian bahkan tidak peduli jika di bawah sana Vio tengah menangis. Brian terus meracau, menyebut nama Azzura di set

