"Mbak Zura menghilang?!" pekik Vio dengan intonasi yang mungkin bisa membangunkan kucing tidur. Dia sangat kaget dengan apa yang baru saja Brian katakan. "Ini ... Mbak Azzura menghilang gimana, Mas? Mungkin dia pergi ke kamar Kyra." Brian menggeleng, "Aku sudah ke sana dan tidak ada," jawabnya lemah. Dia mendadak lesu saat mendapati kenyataan bahwa sang istri tercinta tak ada di mana pun. Bahkan dia yang biasanya sangat pemarah pada Vio saja, benar-benar tidak ada keinginan untuk marah. Entah karena dia sudah menyadari kesalahanya, atau karena tragedi barusan yang sialnya tidak bisa dia lupakan begitu saja. Pikiran Brian bercabang kali ini. Di samping dia memikirkan Azzura, dia juga kepikiran tentang tubuh wanita yang baru saja dia lihat. Brian harus berusaha mengenyahkan pikiran kotor

