Di lantai 21, troli yang Thalia bawa sudah berada di depan kamar VIP yang dituju. Terdengar seseorang membuka pintu dari dalam. Thalia mendapati wajah dengan senyum lebar menyambut. Jurgen. “Aku tau kamu akan dikirim ke sini,” ujarnya sambil membantu menata meja di salah satu sudut ruangan. Kamar VIP President Suite ini terdiri dari dua kamar tidur utama yang letaknya saling berhadapan, ruang tengah, ruang dapur dan ruang makan. Khusus untuk anggota keluarga perempuan, hanya akan dilayani oleh staff perempuan. “Bagaimana kamu tau?” Thalia heran. Jurgen hanya tersenyum tak menjawab. Tentu saja ia dengan mudah mendapatkan ijin dari Sarah, sebagai perwakilan tim HRD. Asal, ada kesempatan untuk mendekati Sonny. “Be ready! mereka sudah datang,” bisik Jurgen. Berkali-kali Thalia melihat b

