Desiran angin halus menyibakkan helai rambut Thalia yang terurai. Mentari di ujung musim gugur yang berbaur dengan angin sejuk, pertanda awal masuknya musim dingin. Erbil, Kota peninggalan budaya Mesopotamia kuno dengan segala keindahan alam yang sangat memukau. Di Kota inilah dirinya menemukan sejarah kehidupan baru yang membuka cakrawala berpikir tentang segala hal. Memang selalu ada alasan di balik semua kejadian, tentunya dengan campur tangan semesta. Salah satu alasan terbesar Tuhan membiarkan Thalia dekat dengan sosok Jurgen yang dulu jutek, kaku dan datar. Bahkan Thalia sempat membenci sikap lelaki Balkan itu. Namun, Tuhan memberi jalan lain mengubah penilaiannya yang keliru. Setelah berbenah di ruang ganti dan merapikan penampilan, Thalia segera menuju tempat bergelut dengan kesi

