Sudah dua hari berlalu, Jurgen dan Thalia sama sekali tidak saling menghubungi. Emosi Thalia saat itu sepertinya telah membuka jalan untuk keputusan yang lain di pikiran Jurgen. ‘Apakah ini sudah benar-benar berakhir?’ Thalia makin membenamkan wajah di atas bantal yang sebagiannya sudah basah oleh air mata. Sempat terpikir untuk menelpon Thiera, tetapi rasanya tidak enak terlalu banyak melibatkan teman baiknya itu. Kemudian ia teringat ucapan Thiera tentang makan malam dengan Lewis dan kejanggalan sikap mereka saat bertemu di depan room service. Sesaat bayangan Jurgen menepi dan gegas menelepon Thiera untuk menanyakan hal tentang Lewis. "Halo." Terdengar suara dari seberang. "Thie, kamu di mana?" "Hey, aku di kantin Vila. Kami sedang sarapan. Kamu di mana?" ‘Kami? Siapa yang dia

