Hati Ryan benar-benar kesal dan geram kala melihat wanita yang menjadi perantara kehancuran rumah tangganya dengan Zaya tengah tersenyum genit padanya. Sungguh pria itu tidak menyangka kalau wanita itu bekerja di perusahaan Lesmana sebagai staf bagian informasi. “Sial, kenapa ada wanita ini di sini, sih?” geram Ryan dalam hati. Pria itu juga tidak menyangka karir yang selama ini diidam-idamkan oleh wanita itu ternyata hanya bualan belaka. Meskipun Lena memutuskannya dan pergi keluar kota untuk mengejar karirnya, tidak serta merta menjadikan wanita itu sukses memiliki jabatan di perusahaan mana pun. Tak heran, Lena pantas mendapatkannya karena dia bukan wanita baik-baik. Wanita itu tidak pusing memikirkan karirnya karena hidup bergantung dari satu-satu laki-laki ke laki-laki yang lain

