“Kenapa kamu menghubungiku? Aku lagi buru-buru.” Suara Arga mulai terdengar, berikut wajahnya yang terlihat sedang menyetir kendaraan di balik layar ponsel yang Ryan letakkan di dasbor mobilnya. Setelah berdebat panjang dengan Lena di perusahaan Lesmana, Ryan segera mengemudikan mobilnya ke lokasi proyek apartemen mewah, ingin menemui Zaya di sana. Saat ini baik dirinya maupun Arga sama-sama sedang menyetir kendaraan menuju ke lokasi yang sama. “Kamu kembali ke kantor saja, tidak usah pergi ke lokasi,” titah Ryan tegas. “Apa maksud kamu? Jangan bicara aneh-aneh, deh! Aku buru-buru ini. Perusahaan Lesmana mengubah jadwalnya untuk meninjau lokasi proyek saat ini. Untung saja jadwalnya klop sehingga aku tidak harus mengorbankan meeting dengan salah satu klien kita. Kamu sudah selesai me

