Perasaan Ragu

1097 Kata

“Indira, aku minta maaf,” kata Davian sambil memeluk tubuh wanita yang sangat dicintainya ketika pintu apartemen tersebut terbuka. “Davian, kau...” “Aku minta maaf,” ulang Davian setelah melepaskan pelukan mereka dan menatap wajah Indira yang tampak kebingungan dengan keberadaannya di sini. “Sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan kita di dalam,” ajak Indira karena tidak ingin siapa pun melihat keberadaan Davian terutama Tama. Tapi bukannya ikut, Davian malah menahan Indira. “Tunggu, apa kau akan memaafkanku?” tanya Davian yang ingin memastikan jika Indira akan memaafkannya. Indira menganggukkan kepala tanda kalau ia sudah memaafkan Davian. Lelaki itu pun merasa sangat senang sekali hingga langsung memeluk tubuh Indira lagi untuk kedua kalinya. Tapi kali ini sambil mendorong tubuh Indira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN