“Pak Davian pulang dengan supir, apakah ada sesuatu yang terjadi?” Bima menautkan kedua alisnya. “Syukurlah, tidak apa-apa hanya saja biasanya kau selalu menemaninya sampai pulang ke rumah.” “Tidak, Pak Davian bilang tadi dia ada urusan jadi tidak mengajakku pergi,” kata Bima yang semakin membuat Indira penasaran kemana perginya lelaki itu. “Eh, pergi kemana dia?” Bima menggelengkan kepala tanda kalau dia tidak tahu kemana sang bos pergi. “Apa ada yang ingin ditanyakan lagi?” “Tidak ada, kau boleh pergi,” jawab Indira dengan nada bicara yang terdengar sedikit lesu. Bima pergi meninggalkan Indira dan bergabung dengan rekan kerjanya yang kini sudah berada di luar restoran. Sementara Indira melanjutkan transaksi pembayarannya tersebut. “Apakah sudah selesai Indira?” tanya pak Dani mem

