Davian Cemburu

1084 Kata

Tak hanya Indira yang menatap Davian melainkan seluruh mata menatap ke arah keduanya. “Ya, Pak Davian.” “Makan malam hari ini biar saya yang bayar jadi nanti kamu masukan ke dalam tagihan saya ya,” ucap Davian dengan bangga karena ia merasa lebih unggul dari Tama saat ini. Mata elangnya sempat bertemu dengan mata Tama yang mengisyaratkan arti lain. “Ba—“ “Waduh Pak Davian, repot-repot sekali sampai mentraktir kami semua,” potong pak Dani sebelum Indira membalas Davian. Jujur ada rasa senang sekaligus rasa tidak enak yang tak hanya pak Dani rasakan tapi juga dirasakan oleh seluruh karyawan tim produksi. Hal itu terlihat ketika mereka saling bertukar pandangan setelah mendengar perintah Davian kepada Indira. “Santai saja, Pak Dani, lagi pula saya jarang berkumpul dan hari ini saya juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN