“Permisi, Pak Davian,” kata Indira yang baru saja masuk ke ruangan Davian dengan wajahnya yang terlihat gugup karena ada hal penting yang ingin disampaikannya. Entah ini kabar baik atau buruk bagi Davian. “Ya, ada apa, Indira?” “Saya ingin memberitahukan kalau pembukaan cabang milik Pak Abraham dimajukan menjadi dua hari lagi, Pak,” kata Indira yang masih tertunduk karena ia masih merasa takut jika Davian akan memarahinya. “Apakah selama dua hari ke depan saya punya pertemuan penting?” tanya Davian dengan nada bicara biasa tapi Indira masih enggan menatapnya. “Tidak ada, Pak.” “Kalau begitu, resechdule saja jadwal saya selama beberapa hari ke depan dan siapkan semua keperluan saya selama di sana termasuk materi rapat yang saya minta berikan kepada Bima,” jawab Davian yang lagi dan lag

