“Tentu, aku akan memberikan semua kepercayanku kepadamu,” kata Angela sambil menganggukkan kepalanya. Wanita itu tidak memikirkan hal apa pun selain memberikan apa yang Davian mau serta maaf dari Davian. “Terima kasih, Sayang.” Davian memeluk tubuh Angela dengan menunjukkan rasa harunya di wajah tampannya tersebut. “Kau memang kekasihku yang terbaik,” puji Davian. “Tapi kau tidak lagi marah kepadaku, ‘kan?” tanya Angela di sela pelukan keduanya. “Tidak untuk apa aku marah kepadamu,” balas Davian sambil melepaskan pelukan mereka dan menatap kedua manik mata Angela. Angela mendekatkan wajahnya semakin dekat dengan Davian tapi lelaki itu menolak maksud Angela yang ingin menciumnya. “Ada apa? Kau bilang tidak marah kepadaku tapi kenapa kau menolaknya?” tanya Angela bingung dengan perlakuan

