“Sekali tidak tetaplah tidak, Dav!” tolak Indira mentah-mentah. Sudah cukup memanjakan Davian dengan segala kemauannya selama ini, apalagi kemarin saat dirinya bilang sudah kembali pulih saja Indira harus menuruti permintaan Davian untuk bercinta di apartemennya. Indira membalik tubuhnya dan melangkahkan kaki untuk meninggalkan ruang kerja Davian dengan perasaan kesal. “Apa kau sekarang mulai berpaling dan mendekati Revan?” Pertanyaan Davian barusan membuat langkah kaki Indira terhenti lalu berbalik dan memberikan tatapan sinis kepada laki-laki yang sedang terbakar api cemburu. Baru saja beberapa hari ini keduanya berbaikan tapi sudah kembali bertengkar, sungguh berbanding terbalik dengan hubungan mereka saat masa pendekatan dulu. “Kalau iya memang kenapa?” Bukannya menjawab pertanyaa

