“Indira? Kau Indira ‘kan? Sekretaris Pak Davian?” Indira baru saja menenggak minuman miliknya yang baru saja diambilnya dari salah satu pelayan. Indira mengamati dengan jelas siapa lelaki yang baru saja memanggil namanya. “Maaf kau siapa? Apa kita saling mengenal?” tanya Indira yang merasa sedikit asing dengan lelaki yang kini berjalan mendekat ke arahnya sambil membawa kamera. Sepertinya orang itu tak lain adalah wartawan atau fotografer dari negaranya. “Ah ya kenalkan,” serunya sambil menyodorkan tangannya ke arah Indira. “Namaku Samuel, aku fotografer dari Indonesia yang ditugaskan untuk menemani temanku yang meliput acara peresmian malam ini.” “Aku, Indira tapi apakah kita saling mengenal?” balas Indira sambil berjabat tangan dengannya dan kembali mengulangi pertanyaannya. “Tida

