“Apakah tadi kekasihmu ingin mengomeliku?” tanya Indira saat Davian sudah berada di pesawat dan duduk di sebelahnya. Davian menoleh ke arah Indira yang terlihat sedikit kesal lalu tersenyum seolah tidak terjadi hal apapun. Rasanya Davian senang sudah mengungkapkan sedikit rasa kesalnya tadi kepada Angela. “Kau mendengarnya?” “Tentu saja karena dia memanggil namaku sambil berteriak,” jawab Indira dengan bibirnya yang sudah manyun sepuluh centi ke depan hingga membuat Davian tertawa. “Kau senang aku diteriaki olehnya di depan umum?” Indira menatap sinis ke arah Davian. “Bukan begitu hanya saja jika kau marah terlihat semakin mengemaskan, Sayang,” goda Davian. “Jangan menggodaku,” kata Indira yang kini wajahnya sudah merona merah bak kepiting rebus tersebut. “Baiklah, aku tidak akan me

