Muak

1105 Kata

Pukul enam pagi Indira sudah siap dengan koper dan tas kecilnya yang siap diangkut karena Davian dan juga Bima susah menunggu di depan gedung apartemennya. “Semoga tidak ada yang tertinggal,” gumam lirih Indira saat ia mengeluarkan kopernya lalu menutup pintu apartemennya. “Indira, kau berangkat sekarang?” Suara itu membuat Indira terkejut karena menurutnya ini terlalu pagi untuk penghuni apartemen berkeliaran di sekitar koridor seperti Tama contohnya. Tama sengaja bangun lebih awal karena ingin bertemu Indira. Menurutnya, Indira terlihat menjauhi dirinya apalagi sudah dua hari ini sahabatnya selalu menolak jika diajak berangkat ke kantor bersama, entah itu karena gosip yang terjadi di antara mereka atau hal lain. “Ya, aku akan berangkat sekarang dan kau kenapa bangun sepagi ini?” “A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN