“Mama, anakmu sudah pulang,” kata Davian dengan suara riang sambil memeluk tubuh mama Gisella dari belakang karena sang mama sedang sibuk menyiapkan makan siang. “Kau bukan anakku,” kata mama Gisella dengan nada acuh tak acuh. Davian mengerti maksud ucapan mamanya jadi dia tidak merasa tersinggung dengan hal itu. Davian sadar sejak dirinya memutuskan untuk keluar rumah dan tinggal di apartemen, dirinya jarang pulang bahkan bisa dihitung berapa kali dalam setahun ia pulang ke rumah kedua orang tuanya tersebut. “Mama jangan bicara seperti itu karena bagaimana pun aku tetap anak kesayangan Mama,” ucap Davian dengan nada manja kepada sang mama agar beliau luluh dan mau memaafkan kesalahannya tersebut. “Sudahlah lebih baik kamu duduk di meja makan karena sebentar Papa akan turun untuk makan

