Chapter 81 - Terlalu Berani

335 Kata
"Nyalimu sangat besar Fahar! Mencintai seorang belahan jiwa dari Alpha Lory. Apa kau tidak tahu seberapa ganasnya pria itu ketika menyangkut soal matenya?" tanya burung berbulu putih setelah Fahar mengatakan jika gadis yang disukainya itu adalah Xynerva, mate dari Alpha Lory. "Aku tidak peduli dengan semua itu, burung putih, " jawab Fahar mantap seolah pria itu tak takut mati dibunuh oleh Alpha Lory. Dan dia seakan memiliki puluhan nyawa cadangan. "Beberapa bulan yang lalu aku dengar seorang pria yang berani melukai Luna Xynerva. Keesokan harinya laki-laki yang aku tak tahu namanya siapa itu dipenggal di depan semua rakyat pack Quirin, " balas burung berbulu hijau dan kuning itu mencoba memberi tahu fakta yang terjadi. "Aku juga tahu soal itu, " ujar Fahar enteng menatap burung putih. "Lalu jika kau sudah mengetahui fakta yang sangat menyeramkan itu. Mengapa kau masih saja ingin melakukannya?" Pertanyaan itu dijawab oleh senyuman yang terbit di wajah siluman burung emas merah dua belas bulu. "Alasannya sederhana : semua itu aku rela lakukan karena aku mencintainya, " jelas Fahar untuk yang ke dua kalinya. "Ketika seorang burung jantan mencintai seorang burung betina. Maka burung jantan akan berusaha apa pun untuk memenangkan hati burung betina. " Kali ini burung berbulu merah cerah dan memiliki sedikit jambul di kepalanya itu menyahut. "Aku mendukungmu kawan," tambah burung berbulu merah yang dibalas tatapan tak percaya burung berbulu hijau kuning dan burung berbulu putih. "Kau ingin Fahar dijadikan santapan hewan liar peliharaan Alpha Lory?" tanya burung putih menatap burung merah yang berdiri di sebelah kanannya. "Ayolah kawan! Dalam meraih cinta seorang betina, selalu ada yang namanya perjuangan. Kalau tidak ada perjuangan, itu bukan yang dinamakan cinta. " Perkara soal cinta, burung berbulu merah cerah yang di beberapa bagian tubuhnya berwarna putih itu paling paham. Baiklah, kita akan bercerita sedikit mengenai perjuangan burung merah mendapatkan cinta dari seekor burung betina yang cantik. Burung merah sampai rela berenang di dalam sungai demi sang pujaan hati. Arus sungainya saat itu deras dan burung merah berani melakukannya demi membuktikan jika dia mencintai burung betina berbulu merah muda.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN