Chapter 56 - Perhatian

377 Kata
Di dalam ruangan kamar yang besar dan mewah. Dua orang pelayan wanita sedang membantu seorang gadis cantik untuk bersiap-siap. Setelah selesai Luna Nerva dipinta untuk melihat penampilannya di depan cermin. "Anda terlihat sangat cantik, Luna," puji seorang pelayan wanita yang memiliki rambut sebahu hitam yang diurai. Bola matanya berwarna ungu cerah. "Benarkah?" tanya Luna Nerva melihat dua orang pelayan tersebut yang berdiri tepat di belakangnya. "Anita benar Luna. Anda sangat cantik," sahut maid yang lainnya. Yang memiliki badan lebih kurus. "Terima kasih atas pujiannya," balas Luna Nerva tersenyum lembut. Tidak bisa Xynerva pungkiri, jantungnya berdetak dengan kencang. Ini kali pertama Alpha Lory mengajaknya ke pesta yang diadakan oleh temannya. Gaun merah muda semata kaki, rambut yang ditata rapi, make up natural, dan sepasang sepatu cantik yang menghiasi kakinya. "Salam kami, Alpha!" ucap kedua pelayan itu kompak membungkuk hormat ketika sang pemimpin pack Quirin berjalan masuk. "Silakan berdiri!" perintah sang Alpha. Kedua pelayan kompak berdiri. Dengan kode dari Alpha Lory, kedua wanita itu berjalan meninggalkan ruangan. Gadis yang memiliki netra cokelat tersebut berbalik dan senyuman indah terbentuk di wajahnya. "Mall, bagaimana penampilanku bagus tidak?" tanyanya pada Alpha Lory. "Nerva, kau terlihat sangat cantik seperti seorang putri yang turun dari negeri kayangan. Lalu apakah kau suka dengan gaun dan sepatunya?" tanya Alpha Mallory. Pria itu turun tangan sendiri mencari gaun dan sepatu yang cocok untuk sang belahan hati. Dia tidak ingin orang lain yang membelinya. "Aku suka dengan gaun dan sepatunya. Hanya saja aku pakai sepatunya sedikit kurang nyaman. Karena hak-nya terlalu tinggi dan aku tidak terbiasa," beber Luna Xynerva jujur. Ya, daripada dia kehilangan keseimbangan ketika di pesta nanti. Gadis itu tidak bisa membayangkan jika itu sampai terjadi, pasti akan sangat memalukan. Apalagi di pesta nanti pasti banyak orang. "Baiklah, tenang Nerva. Aku akan mengambilkan sepatu yang lain." Alpha Lory bergerak mengambil paper bag yang lain, dia mengeluarkan sepasang sepatu yang tidak kalah cantik. Dengan perhatian Alpha Lory berjongkok, dan memasangkan sepasang sepatu tersebut di kaki Luna Nerva. "Bagaimana? Apa yang ini lebih baik?" tanya Alpha Lory yang dijawab anggukan Xynerva. "Kalau begitu kita berangkat sekarang," ajaknya sembari menggandeng tangan kanan Luna Nerva. Hubungan antara Luna Xynerva dan Alpha Lory kini lebih dekat dari yang sebelumnya. Xynerva juga perlahan-lahan berusaha menerima pria itu sebagai matenya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN