Chapter 55 - Dua Bola

285 Kata
"Terima kasih." Luna Nerva menyeruput es dingin dengan nikmat, pandangan matanya masih fokus pada sang pria tampan. "Setelah kejadian itu Alpha Desmon Carter dikurung di dalam penjara. Dan pada suatu pagi warrior yang menjaganya melihat Alpha Desmon sudah tergeletak tak bernyawa," beber Lory yang mendapatkan tatapan tak percaya Nerva. "Apa dia dibunuh?" tanya Luna Nerva dengan penasaran. "Dokter Nisa mengatakan tidak ada luka di tubuhnya. Dan itu artinya Alpha Desmon yang bunuh diri. Nerva, kau tahu 'kan jika kaum werewolf adalah makhluk abadi?" Xynerva spontan mengangguk. Umur manusia tidak selama umur kaum immortal. Jika kaum immortal seperti peri memiliki sihir, maka kaum werewolf memiliki kekuatan fisik. "Di setiap kaum werewolf memiliki semacam mutiara yang merupakan pusat kehidupan. Jika mutiara tersebut rusak oleh orang lain atau dirusak oleh diri sendiri maka orang itu bisa kehilangan nyawanya." Penjelasan itu membuat Xynerva tercengang. "Apakah bentuknya seperti bola energi spiritual?" tanya Xynerva antusias, menatap Alpha Lory yang tersenyum menawan. Tak heran gadis itu tahu soal itu karena dia pernah menonton di salah satu drama kesukaannya yang membahas energi spiritual. Lory yang melihat belahan jiwanya sibuk mengagumi ketampanan laki-laki yang bermain acting di film merasa cemburu. "Iya, bentuknya bulat. Warnanya pun tergantung dengan diri masing-masing. Aku akan memperlihatkan punyaku." "Punyamu warnanya abu-abu, bagus sekali. Dia juga bercahaya," puji Xynerva ketika melihat bola pusat kehidupan di genggaman tangan Alpha Lory. Pria itu memperbolehkan sang mate untuk menyentuh bola kehidupannya yang sangat berharga. Lory juga percaya pada gadis itu yang tidak akan memecahkan bola pusat kehidupannya. "Bahannya seperti kristal," komentar Xynerva sambil melihat bola kecil yang ada di tangannya. "Di dalamnya sepertinya ada dua titik cahaya yang selalu bergerak," sambung gadis itu. "Dua titik cahaya itu menggambarkan aku dan Jayce," jelas Lory.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN