Chapter 66 - Titik Terakhir

301 Kata
"Katakan siapa yang menyuruh kalian mengacau acara pesta Alpha Zavier?" tanya Alpha Lory dengan kemarahan. "Walaupun kau membunuhku. Aku tidak akan mengatakannya padamu!" tekannya menatap pria di hadapannya tanpa rasa takut. "Sayang sekali, kau begitu setia pada orang yang salah! Bahkan di saat seperti ini Tuanmu tidak datang untuk membantumu!" ejek Alpha Lory. Kedua orang tua itu menggunakan kesempatan ini untuk menyelamatkan diri dan bergerak membantu putranya. Dari arah taman belakang istana terdengar suara teriakan kesakitan. Pria itu menebak jika di sana juga terjadi pertarungan. Seketika Alpha Lory mengingat jika belahan jiwanya tidak bersamanya saat ini. "Nerva?" ujar Alpha Lory pelan. "Kau mendengar suara teriakan kesakitan itu Alpha Lory?" Pria penyerang masih berani bertanya pada Alpha Lory. "Suara-suara itu adalah teriakan para wanita. Kalian semua akan kehilangan mate kalian!" sambungnya. Alpha Lory melemparkan pria penyerang sampai menabrak yang lainnya. Puluhan pria berjubah hitam menyerangnya. Di halaman belakang, hampir semua wanita berhasil dilumpuhkan. Karena kekuatan yang tidak seimbang. Walaupun sama-sama wanita, tapi kekuatan yang dimiliki anggota kelompok bangsawan kegelapan itu lebih kuat. Hanya tersisa Luna Xynerva dan Luna Keysa berdua saja. Keysa menatap lawan yang masih banyak. Para gadis yang lain sudah dikalahkan. Kami jelas-jelas kalah jumlah, batin Luna Keysa menatap para wanita yang tergeletak di tanah berumput dalam kondisi yang mengenaskan. "Luna Keysa, kita harus bertahan sampai titik darah terakhir!" ujar Luna Xynerva. Kalau boleh jujur luka-luka yang diterimanya pada pertarungan membuatnya kesakitan. "Baiklah, sampai titik darah penghabisan!" sahut Luna Keysa tak putus asa. Luka yang diterimanya bahkan lebih banyak dari luka Luna Xynerva. Kedua gadis itu menyerang dan menghindar dari musuh. Karena kurangnya pengalaman Luna Xynerva tertusuk pedang di perutnya dari salah satu penyerang. Gadis itu terjatuh di atas tanah berumput. Gaun merah muda basah oleh cairan merah. Dia memuntahkan seteguk darah segar. Organ dalamnya terluka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN