Luna Keysa mencakar lawannya dengan ganas dan langsung berlari menghampiri teman barunya itu dengan wajah khawatir dan cemas. "Luna Nerva, sadarlah!" ujarnya.
Dengan tatapan mata yang lemah dan wajah yang pucat karena kehilangan banyak darah, Luna Xynerva menatap Luna Keysa yang memangkunya. "Aku tidak apa-apa. Jangan khawatir," cicitnya pelan. Tenaganya sudah habis dan rasa sakit menggerogotinya. Xynerva jatuh tak sadarkan diri.
Alpha Lory berlari ke arah halaman belakang. Dia menyapukan pandangan ke sekelilingnya yang seperti habis diterjang badai semuanya berantakan dan kacau. Para gadis tergeletak tak berdaya di tanah berumput, entah apakah para gadis itu masih bernyawa atau tidak? Mayat-mayat wanita berjubah juga ada, tapi tak sebanyak mayat bangsa shewolf.
Mereka sangat licik! Sengaja memisahkan para pria dari pasangannya, batin Alpha Lory geram.
"Tidak cukupkah kalian menyakiti Luna Xynerva? Kami tidak bersalah!" pekik Luna Keysa parau. Dia menangis.
"Nerva?" Dengan cepat Alpha Lory menuju ke sumber suara dan mendapati seorang gadis pingsan yang sangat dikenalnya berada di pangkuan mate Alpha Zavier.
Darah Alpha Lory seakan mendidih dan aura Alphanya memancar dengan kuat membuat udara memanas dan tak enak. Pria itu menerjang para wanita berjubah dengan ganas dan buas. Melupakan jika yang diserangnya adalah wanita.
"Berani sekali kalian menyentuh Lunaku!" Setiap perkataan yang keluar dari bibir tipisnya penuh dengan penekanan. Napasnya naik turun menandakan emosinya.