"Aku tidak bisa menentang permintaan ibu," ucapnya lirih. Dia memandang ke bawah. Saat ini ini dia mulai merasa bahwa pernikahan ini bukan hanya keinginan ibunya, tapi juga mulai menjadi keinginannya. Meskipun untuk mengakuinya sangat sulit. "Tapi kau bisa membohongi beliau. Bagaimana kalau beliau sampai tahu bahwa kamu menyodorkanku ke orang lain?" Nur memandang suaminya dengan geram. Dia merasa suaminya tidak merasa salah sama sekali. Ah, ternyata berjuang sendiri itu semenyakitkan ini. "Kau yang harus menjaga. Jangan sampai ibu tahu." Tangis nur Laila pecah ketika mendengar jawaban yang sesantai itu. Apakah menurutnya ini hal remeh-temeh? Apakah Deva tidak tahu kalau setiap hari dia selalu deg-degan merasa bersalah kepada dewa dan juga Bu ita? "Oke. Aku akan melakukan ini semam

