Nurlaila tetap tidak bisa berbicara apa-apa. Rasanya dia memang tidak sanggup menjawab. Karena jawaban apapun yang akan dilontarkan jatuhnya akan salah. Kalau dia bicara jujur, pasti akan menyakitkan hati Bu Ita. Kalau dia menjawab dengan kebohongan, sampai kapan dia akan terus berbohong? Akhirnya, malam itu Bu ita memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Dia memberi kesempatan mereka berdua untuk berbicara. Menurut Bu Ita, mereka berdua perlu berbicara berdua. Bu Ita melihat bahwa Nurlaila tertekan. Meskipun dia tidak tahu persis tertekan karena apa? Itulah mengapa beliau memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Tinggallah Nurlaila dan Deo di sebuah rumah makan yang ada di kota Blitar. Tenang, suasananya ramai. Mereka tidak hanya berdua. Lagi pula, mereka menjaga jarak aman. Itu sem

