Chapter 1
Setelah Angel mengalami kecelakaan dan beberapa waktu lalu dia bertemu dengan Lilac dan mereka menjalin kasih satu sama lain. Angel tersadar kembali, tetapi dia lupa akan semua hal tentang Lilac dan tentang sesuatu yang telah dilaluinya setelah kecelakaan itu. Dia juga melupakan Lilac yang merupakan pacarnya saat itu.
Namun, Lilac tidak akan putus asa untuk mendapatkan Angel kembali. Dia akan berusaha untuk membantu Angel mengembalikan ingatannya. Setiap hari Lilac selalu mengunjunginya di rumah sakit, dia melakukan segala hal romantis untuk Angel. Hari ini Lilac membawakan buket bunga mawar yang sangat cantik dan indah. Ketika dia pergi ke rumah sakit yang membuka pintu rumah sakit dan melihat Angel sedang berdiri ke arah jendela. Lilac meletakkan bunga tersebut ke atas meja, kemudian dia melepaskan mantelnya dan berjalan mendekati Angel.
“Cuaca saat ini sangat dingin, bagaimana kalau kamu masuk angin? Bagaimana kalau kamu memakai jaket yang lebih tebal lagi agar tidak sedingin itu?” ucap Lilac kepada Angel. Angel menoleh untuk menatapnya dengan mata yang tak biasa.
“Memangnya kenapa kalau dingin? Tidak perlu memedulikan aku,” ucap Angel kepadanya dengan tatapan matanya jauh membuat Lilac sakit hati. Namun, Lilac tahu bahwa Angel sedang lupa ingatan. Angel tidak mengingatnya sama sekali jadi Lilac menghibur dirinya sendiri dan dia yakin bahwa Angel akan mengingat dirinya kembali pada saatnya nanti.
“Tentu aku harus peduli kepadamu, aku harus memperhatikanmu. Walaupun kamu tidak mengingatku, aku akan tetap mengejarmu, aku akan dedikasikan seluruh hidupku untuk mendapatkanmu kembali,” ucap Lilac dengan lembut kepada Angel. Angel dengan ringan menatapnya sambil tangannya disilangkan di dadanya.
“Apa benar kita saling mengenal dan saling mencintai?” tanya Angel kepada Lilac. Pria itu tersenyum padanya dengan tatapan mata penuh cinta.
“Kita belum secara resmi bertunangan, tetap saat itu juga kamu tahu kalau aku sangat mencintaimu,” ucap Lilac dengan lembut. Angel dengan curiga menatapnya.
“Mengapa dia bilang bahwa aku benar-benar mencintainya? Kenapa aku tidak ingat apa pun?” batin Angel.
“Tetapi bukankah kamu Ketua dari Lilac General Corporation? Mengapa kamu tidak kembali ke Kota Z untuk bekerja, tetapi tetap di sini? Apa kamu tidak khawatir dengan perusahaanmu?” tanya Angel.
“Untuk perusahaan ada asisten yang aku percayakan untuk menanganinya, kecuali jika sangat penting aku baru kembali ke Kota Z. Yang terpenting bagiku sekarang, aku bisa bersamamu dan aku ingin membuatmu bahagia, aku juga ingin membantumu mengingat semua kenangan indah kita,” ucap Lilac sambil memegang tangan Angel. Kata-kata Lilac membuat jantung Angel berdetak lebih kencang.
***
Keesokan paginya, di kediaman Lilac. Pria itu memasak sendiri, tiba-tiba bel pintu berbunyi. Dia mematikan kompor untuk sementara, dan dengan cepat berlari untuk membuka pintu. Ternyata di depan pintu ada Ming Chandra dan yang lainnya. Mereka melihat Lilac membuka pintu dan mereka benar-benar berdiri diam tanpa berkedip saat melihat apa yang dipakai oleh Lilac. Ming Chandra terus tertawa tanpa henti sambil berjalan ke arah Lilac dan menggodanya.
“Sungguh di luar dugaan, Ketua dari Lilac General Corporation yang terkenal dengan sikap dinginnya, kini memakai celemek berwarna pink dan ke dapur untuk memasak untuk seorang gadis,” ucap Ming Chandra sambil tertawa.
“Diam,” ucap Lilac sambil menatap tajam ke arah Ming Chandra. Arion memandang Lilac sambil bersiul.
“Memangnya kamu tahu cara memasak, bagaimana jika kamu sendiri yang makan dan kamu sakit perut karena makananmu? Jika membenci orang yang menolakmu, jangan meracuni orang itu, itu tidak baik,” ledek Arion kepada Lilac.
“Apa yang kamu bicarakan, kamu meragukan keterampilan memaksaku? Aku hanya akan memasak untuk Angel dalam seumur hidupku. Walaupun kalian memohon untuk aku memasak, aku tidak akan memasakkan untuk kalian,” ucap Lilac menatap Arion dengan mata tajam.
Lilac beserta teman-temannya kembali ke dapur, setelah beberapa saat kemudian bubur yang sangat lezat sudah matang. Setelah itu Lilac membawa bubur tersebut untuk Angel. Ming Chandra dan teman-temannya juga ikut pergi ke rumah sakit. Mereka berjalan ke kamar Angel dan meletakkan bubur di atas meja. Angel tersenyum kepada mereka saat dia melihat mereka datang.
“Jika cuman Lilac yang datang aku tidak mau bicara, tetapi kalian yang datang ke sini, ada apa?” tanya Angel kepada mereka semua selain Lilac.
“Kami datang ke sini untuk bersiap-siap menyelamatkanmu, kami takut ada seseorang yang ingin meracunimu dan membuatmu sakit perut,” goda Sinclair dengan kata-kata tanpa ekspresi. Ming Chandra tertawa mendengarnya.
“Ya, kami menjalankan misi yang mulia agar kamu terselamatkan,” ucap Ming Chandra kepada Angel.
“Diam atau kalian keluar saja,” ucap Lilac sambil menatap mereka dengan mata tajam dan menggertakkan giginya.
Sikap Lilac tiba-tiba berubah dan berbalik melihat ke arah Angel. Dia membukakan kotak bubur tersebut dan memberikannya pada Angel. Angel mengambil kotak tersebut dan memakan sesendok demi sesendok bubur ke mulutnya. Ekspresi Angel tidak menunjukkan apa pun yang membuat Ming Chandra dan teman-temannya saling memandang. Ming Chandra langsung menggelengkan kepalanya, ekspresinya langsung berubah dan menatap ke arah teman-temannya.
“Angel sudah, itu berbahaya! Arion cepat hubungi dokter, katakan di sini ada yang keracunan makanan,” ucap Ming Chandra kepada Arion
“Enak ... buburnya sangat enak,” ucap Angel.
Arion yang hendak berbalik dan melangkah keluar, tiba-tiba saat Angel mengeluarkan suaranya membuat dia memutar matanya dan membalikkan badannya kembali, dia membuka lebar mulutnya karena tidak percaya. Sinclair juga menyipitkan matanya dan bertanya kepada Angel.
“Kamu bilang apa? Enak?” tanya Sinclair bingung. Angel mengangguk kemudian memandang ke arah Lilac.
“Tanpa diduga kamu bisa memasak dengan sangat baik, pertama kalinya aku makan bubur yang sebegitu enaknya,” ucap Angel kepada Lilac.
“Apakah benar itu enak?” tanya Arion curiga kepada Angel. Angel menganggukkan kepala setuju. Ming Chandra segera mendekatinya dengan cepat.
“Berikan kepadaku. Aku mau coba dulu,” ucap Ming Chandra.
“Cobalah,” ucap Angel kepada Ming Chandra sambil memberikan bubur tersebut. Sinclair dan Arion juga dengan cepat melangkah ingin mencoba bubur buatan Lilac, tetapi Lilac segera mendorong mereka sambil mengerutkan keningnya.
“Bukankah kalian bilang makanan ini akan membuat kalian sakit perut? Apakah kalian tidak takut keracunan atau sakit perut?” tanya Lilac. Ming Chandra cemberut sambil menjawabnya.
“Apakah Angel kamu jadikan tikus percobaan? Jadi hanya dia yang boleh makan? Dia saja tidak keracunan, mengapa kami harus takut,” ucap Ming Chandra kepada Lilac.
“Dia memakannya tidak apa-apa, karena dengan segenap cintaku ada di bubur itu. Dan jika kalian yang memakannya, pasti kalian akan sakit perut dan keracunan,” ucap Lilac sambil mengertakkan giginya sampai sakit.