Chapter 15

1027 Kata
“Bagiku hanya satu menit saja, aku merasa aku sudah jauh darimu selama setahun, apalagi 12 menit kamu meninggalkanku,” ucap Lilac. Angel menghela napas lega. Mereka berdua terus menonton film sambil bermain telepon di mansion yang dirancang dengan gaya Eropa itu. *** Di kediaman Andre. Matthew–asisten Andre tiba dan langsung membungkuk padanya dan berkata. “Tuan Muda, saya telah menyelidiki status Yang Mulia, identitas Yang Mulia memang penyelidikan yang sangat sulit. Namun, akhirnya saya mengetahui status Yang Mulia yang merupakan Putri Negara Kerajaan La Ángel sungguhan, Angel Edgar. Saya hanya bisa menyelidiki itu Tuan,” ucap Matthew. “Putri, aku benar-benar tidak menyangka saudara laki-lakiku yang tersayang bisa berperan sebagai Pangeran yang imut,” ucap Andre. Pria itu duduk di kursi dengan punggung bersandar, menyilangkan kaki, dan tersenyum penuh tipu daya. Tangannya yang memegang pena, dia putar tanpa henti. Tiba-tiba Andre berhenti, dia tertawa sekali. “Melihat sikap adikku tersayang ini tadi malam, aku semakin yakin Angel adalah kelemahannya yang fatal. Maka aku akan menjadikan Angel sebagai wanitaku dan membuatnya berlutut. Bagaimana tentang itu, semuanya akan beres?” tanya Andre meminta pendapat asistennya. “Tuan Muda, kami berhasil seri dengan beberapa pemegang saham dan saya telah memberikan kepada pembeli. Saham mereka sekarang hanya 4% lebih banyak bagiannya,” jelas Matthew. “Bagus, tidak lama lagi Lilac General Corporation akan menjadi milikku,” ucapnya tentang perusahaan. “Putri cantik ini juga akan menjadi milikku,” lanjut Andre. *** Pada malam hari, Angel mencari-cari di i********:, dan terkagum melihat keindahan laut di Pulau Bali. “Cantik sekali, aku ingin pergi ke sana,” ucap Angel. “Kalau begitu aku akan membawamu pergi ke sana. Aku akan memberitahu Marcel untuk mengatur jadwal, tiga hari ke depan kita akan pergi, karena aku harus menyelesaikan pembicaraan dengan mitra asing yang tertunda lama,” ucap Lilac keluar dari kamar mandi setelah mendengarnya mengatakan itu. Angel tidak menolak tetapi langsung mengangguk karena dia benar-benar ingin datang ke situ. Setelah itu Lilac langsung membuka handphone-nya untuk menelepon Marcel dan menyuruh Marcel untuk mengatur jadwalnya. Keesokan paginya mereka pergi bekerja dan Angel pergi ke depan gerbang perusahaan. Dia benar-benar tidak ingin semua orang melihatnya. Angel masih ragu-ragu untuk turun dari mobil Lilac. Dia sudah turun dari mobil kemudian pergi ke tempat duduknya kembali. “Sekarang sudah sepi apa kamu tidak ingin keluar, jika kamu tidak keluar aku akan menggendongmu masuk ke kantor,” ucap Lilac. Begitu dia mengatakan itu Angel dengan cepat melangkah keluar. Lilac dengan lengannya masih di pintu mobil, menertawakan Angel. Gadis itu memelototinya dengan ekspresi marah. Angel dengan anggun memasuki perusahaan, tapi sebelum dia sampai ke mejanya, dia dikelilingi oleh semua orang di ruangan itu. “Sekarang Angel kami telah memiliki hubungan dengan Ketua. Kami tahu itu. Oh dirimu sungguh membuat kami iri,” ucap Shanon menggodanya. Marcel datang menghampiri Angel untuk memberitahunya. “Putri Angel mejamu sudah diatur semuanya. Sekarang Ketua menyuruhmu datang ke kantor barumu,” ucap Marcel. Olivia dengan cepat dan penasaran bertanya kepada Marcel. “Di mana kantor baru Angel, posisi apa?” tanya Olivia. Marcel tidak ragu-ragu mengatakannya agar Olivia dan semua orang tahu. “Putri Angel akan menjadi sekretaris pribadi Ketua, mejanya ada di ruangan Ketua,” ucap Marcel. “Wow—“ Semua orang kagum dan iri. Angel mengangkat tangannya untuk menutupi wajahnya, dia merasa sangat malu dan kemudian pergi bersama Marcel ke kantornya. Setelah Angel bekerja sebagai sekretaris pribadinya, banyak orang membicarakannya. Pada saat itu mereka masih belum tahu tentang identitasnya. Marcel tidak sengaja lewat ketika mereka berbicara dan dia mendengar mereka membicarakan hal buruk tentang Angel. Dia segera mengerutkan kening dengan dingin berkata. “Kalian bebas, kan? Bebas di sini fitnah orang-orang baik? Pacar Ketua bukanlah orang seperti yang kalian bicarakan tentang hal-hal buruk itu,” ucap Marcel. Seorang anggota staf wanita masih penasaran dan bertanya kepadanya. “Apakah Angel benar-benar pacar Ketua?” tanyanya. Marcel memelototi karyawan wanita tersebut menyebabkan karyawan wanita tersebut terkejut panik dan tidak berani berkata apa-apa lagi. Marcel dengan dingin melewati mereka. Setelah istirahat makan siang, Angel pergi membeli makanan ringan dan selesai membelinya. Ketika dia kembali ke kantor yang baru, saat dia masuk ruangan dia terpojok oleh Lilac. Wajahnya serius matanya menyipit dan bertanya padanya. “Ke mana saja kamu tadi, kenapa kamu tidak memberitahuku?” tanya Lilac. Angel mengangkat kantong makanan ringan dan mengangkat lehernya. “Aku keluar untuk membeli camilan,” ucap Angel. Mata Lilac semakin menyipit ke arahnya, dan wajahnya mendekati leher gadis itu. Angel pikir Lilac akan menciumnya lagi, tetapi ternyata bukan, dia hanya mencubit pipi Angel. “Setelah ini apa pun yang ingin kamu makan, beritahu Marcel untuk membelikannya ya,” ucap Lilac. Angel berdiri diam selama beberapa detik lalu berkedip padanya. “Apakah kamu mengerti?” tanya Lilac. Gadis itu mengangguk patuh. Lilac tersenyum bahagia dan kembali ke mejanya. Sinclair meminta Lilac pergi ke bar untuk bertemu semua bersamaan, dia ingin memberitahukan sesuatu kepada mereka. “Oke. Aku memberitahu Angel dulu untuk bersiap-siap lalu aku akan pergi ke sana bersamanya,” ucap Lilac kepada Sinclair dalam telepon. “Hei, kami memanggilmu untuk mengadakan pertemuan yang menyenangkan, untuk apa kamu membawa Angel ke sini, apakah kamu jadi buntut pacarmu? Dion yang takut istri saja masih tidak membawa Via ke sini. Malah kamu ingin membawa pacar kamu lagi,” ucap Ming Chandra meninggikan suaranya cukup keras tetapi tidak berarti apa-apa bagi Lilac. “Oke, aku akan segera ke sana,” ucap Lilac merasa sedikit tidak senang karena tidak boleh membawa pacarnya. Saat Lilac pergi Alice dan Clara juga datang untuk mengajak Angel shopping. Di pusat perbelanjaan, setelah ketiga gadis itu puas berbelanja. Mereka berdua pergi membeli makanan, sedangkan Angel pergi ke toilet. Tanpa sengaja dia melihat Andre duduk asyik dengan seorang pria paruh baya. Dia melihat dari dekat, Angel menyadari bahwa pria paruh baya itu adalah Andy, pemegang saham utama Lilac General Corporation. Angel memicingkan mata karena curiga sambil dia fokus memperhatikan mereka. Alice tiba-tiba datang dan menepuk pundaknya. “Kenapa kalian berdua ke sini, aku kaget,” ucap Angel. “Aku dan Clara melihatmu pergi ke toilet tadi. Tapi kenapa kamu tiba-tiba berdiri di sini, apa yang kamu lihat?” jawab Alice. Angel menggelengkan kepalanya beberapa kali dan tertawa kecil.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN