Suara ketukan pintu membuat Bu Asih berjalan cepat untuk membukanya. Bu Asih pikir yang mengetuk pintu adalah Tania. Tapi saat pintu itu terbuka, sosok Bastian tampak berdiri teguh di depan mata. “Ibu?” Bastian sedikit bingung mendapati mantan ibu mertuanya ada di apartemen Tania. Bastian sungguh tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Bu Asih setelah beberapa hari kemarin ia sempat diusir paksa dari rumah wanita paruh baya itu. “Kamu ngapain datang ke tempat tinggal putri saya?!” hardik Bu Asih, sepertinya dia benar-benar sangat membenci sosok Bastian. “Pergi kamu!” usirnya, tanpa ragu Bu Asih langsung mendorong tubuh Bastian hingga membuat pria itu sedikit terhuyung ke belakang. “Bu Asih tenang, Bu. Aku datang ke sini bukan mau buat keributan,” cakap Bastian, mencoba menenangk

