El terlihat beberapa kali mengetuk pintu apartemen Tania. Namun, sebanyak apa pun El mengetuknya, ia masih belum juga melihat adanya tanda-tanda kehadiran wanita pujaannya itu. Tania seolah benar-benar lenyap ditelan bumi, hilang dalam sapuan pandangnya. El menghela napasnya pelan, ia lantas berbalik dan berniat masuk ke dalam apartemennya sendiri. Tapi saat itu ia merasa ponselnya berdering, sebuah panggilan masuk dari seseorang membuat El langsung merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel tersebut. Ketika melihat layar ponselnya, pupil mata El tampak membesar, pertanda bahwa yang meneleponnya adalah sosok Tania. El pun dengan segera mengangkat panggilan tersebut seraya masuk ke dalam apartemennya dan menutup pintu apartemen itu rapat. “Tania,” ucap El. “Kamu ada di mana?” tany

