Ungkapan Yang Terpendam

2035 Kata

“Ini pesanan terakhir,” kata El seraya menyerahkan masakannya kepada seorang karyawan yang bertugas mengantarkan pesanan ke para pengunjung restoran. “Wah, kayaknya lagi sibuk banget, ya.” Suara itu membuat El menoleh. “Dey.” El mengernyit saat ia mendapati adik perempuannya itu berada di depan matanya. “Kamu ngapain di sini? Ini jam berapa? Kamu bolos sekolah, ya?” tudingnya. Deyana mencebik. “Ini hari Jum’at, lagian semenjak corona sekolahan enggak pernah belajar sampai sore,” terangnya. “Oh,” ucapnya. “Aku pikir kamu bolos sekolah,” cicit El. “Aku ke sini mau minta duit,” kata Deyana, tak mau berbasa-basi. “Duit untuk apa?” tanya El. “Ya untuk apa aja.” “Jangan aneh-aneh ya, Dey. Kakak enggak akan kasih kamu uang jajan lagi kalau kamu pakai untuk yang aneh-aneh,” ancam El. “Sia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN