08.10 PM, 18 Desember, malam sebelum pensi. Pintu kafe terbuka. Seorang cowok dengan celana jeans hitam, dan kemeja kotak-kotak berwarna hitam merah, berjalan menuju kursi nomor 13 yang berada di dekat jendela. Semburan AC di sana juga terasa sangat dingin. Cowok itu sempat menjadi sorot tatapan cewek-cewek yang kebetulan sedang menikmati kafe tersebut. Bagaimana tidak? Walau penampilannya malam ini terbilang sangat biasa daripada hari-hari biasanya, gaya yang ditampilkan cowok itu benar-benar memikat hati para cewek-cewek di sekitarnya. Tangan kiri yang terbalut jam tangan putih, sedang memutar-mutar kunci mobil. Wajahnya yang imut ditambah dengan gigitan di bibir bawahnya memberikan kesan yang menggiurkan. Tapi jauh di dalam hatinya, cowok itu merasa risi terus diperhatikan kaum hawa.

