Bab 32: Pentas Seni Dimulai

1439 Kata

08.10 PM, 18 Desember, malam sebelum pensi. Pintu kafe terbuka. Seorang cowok dengan celana jeans hitam, dan kemeja kotak-kotak berwarna hitam merah, berjalan menuju kursi nomor 13 yang berada di dekat jendela. Semburan AC di sana juga terasa sangat dingin. Cowok itu sempat menjadi sorot tatapan cewek-cewek yang kebetulan sedang menikmati kafe tersebut. Bagaimana tidak? Walau penampilannya malam ini terbilang sangat biasa daripada hari-hari biasanya, gaya yang ditampilkan cowok itu benar-benar memikat hati para cewek-cewek di sekitarnya. Tangan kiri yang terbalut jam tangan putih, sedang memutar-mutar kunci mobil. Wajahnya yang imut ditambah dengan gigitan di bibir bawahnya memberikan kesan yang menggiurkan. Tapi jauh di dalam hatinya, cowok itu merasa risi terus diperhatikan kaum hawa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN