PHEONIX VS NAGA EMAS

1656 Kata
“Kalian berdua hentikan!” Teriak naga Putih yang melihat naga Emas dan Pheonix berkelahi Leon langsung berlari mendekat ke arah naga Putih dan Perak , Darren menyusul bersama Davit dan Violin “Bagaimana bisa ini semua terjadi?” tanya Violin ke naga Putih “Kami masih belum tahu apa penyebabnya , jika mereka kelahi maka kerajaan Rion tidak akan ada sisa lagi” ujar naga Putih Leon yang melihat itu langsung terkejut , Leon tidak mau sisa-sisa kerajaan Rion yang di bangun ayahnya tidak ada tersisa Pheonix menyerang naga Emas dengan cakarnya namun di tangkis naga Emas dengan ekornya , Pheonix tidak menyerah lalu menyerang naga Emas lagi dengan apinya Api itu dengan mudah naga Emas tangkis dengan nafas esnya , Pheonix yang geram langsung berubah menjadi manusia dan mendarat di atas kepala naga Emas “Bukan kah naga Emas hebat dalam strategi?” ujar Darren “Emas mempunyai sifat temperamen sama seperti Leon , belajarlah dari Emas yang bertarung dengan amarah” ujar perak sambil memandang pertarungan antara Emas dan Pheonix Pheonix memukul naga Emas hingga kepalanya jatuh ke tanah , Pheonix langsung turun dari kepala naga Emas dan menatapnya dengan tatapan sinis “Kau kalah!” ujar Pheonix Pheonix tidak sadar jika ekor naga Emas bergerak dengan cepat menghantam Pheonix hingga ke lempar puluhan meter Naga emas berubah menjadi manusia dan langsung melesat dengan cepat menindih Pheonix , Pheonix tidak bisa bangun namun Pheonix tidak menyerah langsung menyemburkan api sari mulutnya Naga Emas dengan cepat menghindar dari serangan Pheonix yang tiba-tiba , Pheonix menendang naga Emas tepat sebelum apinya habis Naga Emas terlempar beberapa puluh meter dan itu membuat naga Emas semakin emosi , Naga Emas berteriak kesal akibat tendangan itu “PHEONIX!!” teriak naga Emas emosi , Pheonix hanya menatapnya dengan tatapan datar “Hanya tendangan naga Emas sudah terlempar begitu jauh” ujar Leon yang takjub “Semakin kau emosi , semakin pula cara bertarunganmu akan terlihat kacau” ujar naga Putih Pheonix mengeluarkan pedang khasnya yang berbentuk bulu Pheonix di atasnya , Leon sadar jika inilah kekalahan naga Emas karena keterampilan Pheonix dalam bermain dengan pedang tidak bisa di anggap sepele “Seseorang hentikan mereka!” ujar Leon yang panik “Lihat saja dulu , kau bisa belajar dari sini” ujar naga Perak Leon merasa sangat panik dengan pertarungan naga Emas dan Pheonix , banyak tenda warga yang sudah hancur akibat pertarungan mereka Pheonix memutar pedangnya dan berjalan menuju naga Emas , begitu elegan tangan dan cara ratu Pheonix berjalan menghampiri lawannya Naga Emas yang tahu apa yang akan terjadi langsung menyerang Pheonix , saat ini peluang naga Emas untuk menang sangat sedikit Naga Emas langsung mengeluarkan tamengnya ketika Pheonix mengayunkan pedangnya , Pheonix dan naga Emas saling melempar serangan walaupun masing-masing sari mereka dapat menangkisnya Naga Emas melayangkan kepalan tangannya lalu di tangkis dengan pedang oleh Pheonix namun tidak bisa di ungkiri tenaga emas lebih besar dari Pheonix sehingga ia terlempar beberapa meter “Kekuatan naga Emas menurun!” ujar Darren yang membuat Leon dan Davit terkejut “Ha? Kau tahu dari mana?” tanya Leon “Di melayangkan tinju ke arah Pheonix setengah dari kekuatannya , coba kau lihat Leon saat dia akan memukul Pheonix dia akan sedikit menekan kekuatannya” ujar Darren yang membuat Leon memerhatikan dengan serius Tendangan yang di layangkan naga Emas ke arah Pheonix mengenai lengan Pheonix yang membuat Pheonix menjatuhkan pedangnya Naga Emas mengambil pedang Pheonix dan mengayunkannya ke kepala Pheonix yang membuat semua terkejut tapi tidak dengan Pheonix yang terlihat sangat pasrah “HENTIKAN EMAS!” bentak naga Perak Semua terkejut ketika melihat Leon menahan pedang itu dengan tangnya , tangannya berdarah karna menggenggam erat pedang milik Pheonix “Hentikan! Lihat ratu Pheonix” ujar Leon penuh penekanan yang membuat naga Emas sadar dan melihat ke arah Pheonix Pheonix menangis terisak , naga Emas melepaskan pedang Pheonix lalu memeluk Pheonix dengan erat , Pheonix semakin terisak di dalam pelukan naga Emas “Maafkan aku” guman naga Emas “Kenapa kalian bisa berkelahi?” tanya naga Perak “Bukan saatnya menanyakan hal itu , kenapa kau menangis Pheonix?” tanya naga Putih “Aku bukan ratu yang baik! Aku bukan ratu yang bisa melindungi wargaku” jawab Pheonix di sela-sela tangisnya “Apa maksudmu?” tanya naga Perak “Wargaku mati karena aku!” ujar Pheonix marah “Kau membunuh mereka atau apa?” tanya naga Putih “Mereka di bunuh kerajaan Serpent ketika mencari makan , seharusnya yang mencari makan di dampingi oleh ratu Pheonix apa lagi Pheonix remaja yang baru bekerja” jelas naga Emas “Bagaimana bisa kau mengetahui wargamu terbunuh?” tanya Leon yang heran “Saat kau menjadi raja ada bayangan yang akan muncul di depan matamu sekilas tentang wargamu yang di bunuh kerajaan lain atau musuhmu tapi jika itu kematian biasa tidak akan terlihat” jelas naga Emas “Leon sini ibu obati tanganmu” ujar Violin menarik tangan anaknya dengan lembut “Baik ibu” ujar Leon , Leon melihat Violin yang sangat telaten membersihkan lukanya lalu membalutnya dengan kain “Kerajaan Serpent lagi? Apa dia tidak tahu konsekuensi yang akan dia terima?” tanya Darren geram “Dia harus kita serang!” ujar Leon “Tidak Leon! Tidak sekarang! Menghancurkan dan menyerangnya tiba-tiba hanya akan membuat kau menjadi terkenal sebagai pemberontak karena kau tidak ada lambang kerajaan” ujar naga Perak “Kita juga harus kenal luar dan dalam istana agar bisa menentukan strategi apa yang akan kita pakai saat menyerang” Ujar naga Emas “Kau juga harus tahu semua pasukan yang di miliki oleh kerajaan Serpent agar kau bisa membandingkan dengan bawahanmu , jika kau tidak mengetahuinya kesalahan yang laku akan terulang di mana dua temanmu hampir mati” ujar naga Putih yang membuat Leon mengangguk mengerti “Terima kasih semua , aku harus kembali dan menanyakan hal ini kepada pasukanku yang berada di sana” ujar Leon “Aku akan ikut denganmu” ujar Darren “Kau harus ikut karena aku tahu kau adalah tangan kanannya” ujar Davit menepuk bahu Darren “Ibu tetaplah di sini bersama warga dan titanoboa , aku akan kembali ketika mendapatkan informasi” ujar Leon “Leon! Aku mau kau membangun pelan istana ini , untuk masalah biaya aku rasa kau masih ada untuk membangun istana kecil” ujar naga Emas “Aku rasa cukup semua biaya yang aku miliki , aku akan meminta bantuan temanku untuk mencetak lambang baru kerajaan Rion ini” ujar Leon Leon dan Darren langsung berangkat walaupun sudah terlihat larut malam , Leon harus cepat mendapatkan informasi dan membangun ulang kerajaan Leon ingin warganya dapat tempat yang layak untuk di tinggali dan Leon ingin istananya kembali lagi , Leon tersenyum masam ketika tahu bahwa dirinya tidak memiliki sumber sihir Sumber sihir itu dati serigala jika dia adalah ras serigala , Leon belum memiliki serigala tapi Leon tidak yakin dengan kata belum Leon takut jika kata belum mendapatkan menjadi tidak akan dapat , Leon menghela nafasnya ketika membayangkan hal terburuk “Kau tenang saja Leon , aku tahu kau akan menjadi raja yang baik” ujar Darren “Terima kasih” hanya itu yang mampu Leon katakan kepada Darren “Jika kau memikirkan hal yang tidak penting lebih baik kau memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk agar kau bisa mengatasi dan tidak terkejut saat menerimanya” ujar Darren menasihati Leon “Aku mengerti tapi aku ke pikiran sama ratu Pheonix , dia terlihat sangat lembut dan tegas namun dia sangat rapuh” ujar Leon “Setiap ratu atau raja akan menangis jika warganya yang tidak bersalah mati terbunuh Leon” ujar Darren Leon mengangguk menyetujui perkataan Darren karena bagaimanapun warga termasuk keluarga kerajaan yang harus selaku di lindungi “Aku ingin menghancurkan kerajaan Serpent dan membuat raja Piliph membayar semua perbuatannya” ujar Leon marah “Aku tahu karena itu ambisimu , tapi Leon jika ambisimu menjadi obsesi bagaimana?” tanya Darren yang sengaja ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh Leon “Aku percaya kepada bawahanku kalau mereka tidak akan membiarkan aku terjerumus menjadi orang jahat” ujar Leon yang membuat Darren tersenyum tipis “Istirahat dulu Leon , kita tidur di rumah kosong ini besok kita lanjutkan” ujar Darren ketika mereka sampai tempat pertama kali Darren berjumpa dengan ayahnya Davit Di lain tempat empat orang yang di utus Leon sudah menjadi pelayan di istana , dua orang bernama Yohan dan Gio di tugaskan menjaga menara bagian atas Dua orang lagi bernama Clio dan Frans menjadi pelayan pengantar makanan raja terkadang juga mengantarkan makanan kepada prajurit yang sedang berlatih Tiga orang lagi menjadi pedagang keliling yang bertugas mencari informasi dari warga yang berada di seluruh kota yang di miliki kerajaan Serpent “Kenapa Anda menerima mereka yang tidak mempunyai orang tua?” tanya panglima Dion ke raja Piliph yang duduk menikmati anggur di atas kursi singgasananya “Mereka mau di bayar dengan rendah , kita tidak memiliki cukup pelayan di kerajaan ini Dion” jawab raja Piliph enteng “Bagaimana mereka adalah mata-mata?” tanya Leon “Penggal saja kepalanya” jawab raja Piliph yang membuat panglima Dion sedikit kesal “Kau berjaga saja di daerah hutan kematian karena kemarin ada yang bilang bahwa Pheonix biasanya akan muncul lagi di perbatasan” ujar raja Piliph “Kenapa anda membunuh mereka? Padahal kita bisa menawan dan membiarkannya menjadi senjata kita” ujar panglima Dion “Aku tidak perlu Pheonix yang masih muda dan tidak berpengalaman panglima Dion , pergilah kau akan mengerti nanti” ujar raja Piliph mengusir panglima Dion “Rencana pertama berhasil , tinggal rencana ke dua! Bersabarlah Leon kau akan aku temukan dan akan aku hancurkan kau!” ujar raja Piliph lalu tertawa “Leon! Elgart! Violin! Kalian akan merasakan apa yang aku rasa! Aku tidak suka liat kalian hidup bahagia sedangkan aku tersiksa!” ujar raja Piliph dengan nada emosi yang membuat seluruh orang yang berada di ruangan itu hanya bergidik ngeri melihat kelicikan dari rajanya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN