“Aku tidak ingin mendengar apa pun darimu! Pergi! Tinggalkan aku sendiri” ujar Leon dengan naga dingin
“Apa kau bercanda? Aku sahabatmu! Aku hanya ingin menghiburmu!” ujar Darren marah
“Aku tidak butuh hiburan darimu!” Ujar Leon
“Jika kau mengambil keputusan bodoh lagi , aku pastikan kau akan aku ikat” ujar Darren
”Kau tidak akan berani melakukan itu kepadaku!” ujar Leon
“Mari kita buktikan!” Ujar Darren yang mendapatkan anggukan dari Leon
“BERHENTI KALIAN BERDUA! JIKA KALIAN MAU AKU MARAH LANJUTKAN!” Teriak Violin marah
Leon menatap ibunya dengan tatapan tidak percaya , ibunya yang terlihat lembut menatapnya dengan tatapan tajam
“Ibu marah kepadaku?” tanya Leon tidak percaya
“Jangan terbawa emosi Leon! Kau sama seperti ayahmu yang tidak bisa mengontrol emosi” ujar Violin lembut
“Maafkan aku ibu” ujar Leon merasa bersalah
“Leon , ada yang mau aku tanyakan” ujar Violin lembut
“Apa itu ibu?” tanya Leon penasaran
“Berapa umurmu? Apakah kau sudah mendapatkan serigalamu?” tanya Violin
“17 tahun ibu , aku belum mendapatkan serigalaku” jawab Leon dengan nada sedih
“Kau bisa menggunakan sihir?” tanya Violin
“Maaf ibu , aku tidak bisa menggunakan sihir” ujar Leon sedih
Violin memeluk anaknya , Violin teringat Elgart yang kehilangan serigalanya dan tidak lagi bisa menggunakan sihir
Violin harus mengajarkan anaknya cara membatalkan sihir pelindung agar dia bisa mematahkan pelindung sihir musuhnya
“Ibu jangan khawatir tentang diriku , aku mempunyai Darren yang selalu membantu dan melindungi diriku” ujar Leon yang membuat Darren menatapnya
“Kau tidak bisa selalu mengandalkan orang lain terus Leon , ada masa di mana kau harus melindungi dirimu sendiri” nasehat Violin ke Leon
“Dalam pertempuran , senjata tersembunyi selalu akan menghancurkan musuh dan melindungi rajanya jika ada musuh yang akan menyerang raja itu tetapi senjata tersembunyi juga harus menghadapi musuh yang tidak bisa di lawan oleh prajurit dan tangan kanan raja di saat seperti itulah bagi seorang raja sangat penting melindungi dirinya juga” ujar Violin menasihati Leon agar tidak selalu bergantung kepada kekuatan Darren
“Seorang raja juga harus melindungi seluruh bawahannya walaupun dia tidak bisa melindungi bawahannya semua , itulah di dalam pertempuran harus saling melindungi dan selalu saling percaya namun tidak bergantungan hanya kepada satu orang saja” ujar Violin lagi yang membuat Leon dan Darren mengerti
“Leon dalam pertempuran jangan pernah meremehkan lawanmu , walaupun lawanmu terlihat lemah” ujar Violin lagi
“Aku mengerti ibu , saat ini aku ingin tahu apakah mereka yang aku kirim ke kerajaan Serpent baik-baik saja karena akan sangat berbahaya jika mereka ketahuan sebagai mata-mata” ujar Leon yang membuat Violin terkejut
“Kau mengirim orang ke kerajaan Serpent , apakah kau sudah mempunyai pasukan?” tanya Violin
“Tidak banyak ibu , hanya 26 orang” jawab Leon
“Ras vampir ada 20 orang , ras werewolf hanya 5 orang , penyihir hitam satu-“
“Apa? Penyihir hitam?” ujar Violin yang sangat terkejut
“Kau bisa membuat ibumu serangan jantung Leon” ujar Darren yang sedari tadi diam melihat interaksi ibu dan anak itu
“Aku tidak bermaksud seperti itu Darren , aku hanya menceritakan yang sebenarnya” ujar Leon tersenyum
“Kau banyak membuat ibu terkejut Leon seperti ayahmu , aku berharap kau bisa memenangkan dan mewujudkan ambisimu untuk menghabisi kerajaan Serpent” ujar Violin tersenyum manis yang membuat Leon terpaku
Leon melihat senyuman Violin yang sanga cantik walaupun wajahnya tidak semulus ratu pada umumnya , cantik di wajahnya tidak luntur walaupun ada sedikit keriput yang berada di garis matanya
“Leon , Darren aku mau kau belajar pedang dengan Pheonix dan Violin aku ingin berbicara kepadamu” ujar naga Perak yang tiba-tiba datang
Leon dan Darren langsung mengikuti perintah yang di berikan oleh naga Perak , Violin dan naga Perak duduk di atas puing-puing yang jatuh di lantai kamar
“Ada apa naga?” tanya Violin dengan nada datar
“Kenapa kau mengusirku saat aku mencari buku peramal di sini?” tanya naga Perak yang membuat Violin terdiam
“Aku memiliki dua kepribadian yang berbeda , saat malam aku akan menjadi kepribadian penakut dan tidak akan peduli pada sekitarku , di saat pagi aku akan kembali menjadi Violin dan di saat sore aku akan menjadi seorang yang pemarah” ujar Violin yang membuat naga Perak sangat terkejut
“Sejak kapan kau mengalami hal itu?” tanya naga Perak
“Semenjak aku tinggal bersama titanoboa , titanoboa tidak tahu mengenai hal itu karena aku selalu pergi menjauh ketika kepribadianku yang lain mulai muncul” jawab Violin
“Kami semua hanya berharap saat Elgart kembali ia akan dapat menyembuhkanku” ujar Violin lagi
“Kau hanya perlu bersabar Violin , jika tidak ada Elgart maka anakmu Leon lah yang akan menyembuhkanmu” ujar naga Perak menyemangati Violin
“ibu saat kami kembali ke tempat master apa kau akan ikut?” tanya Leon yang tiba-tiba saja datang
“Tidak anakku karena warga kita membutuhkan aku , jika kau membangun ulang kerajaan ini maka aku akan selalu menunggu di sini dan mendukungmu” ujar Violin
“Aku akan membangun ulang kerajaan ini dan tetap mempertahankan bentuk yang lama agar ayah bisa selalu bersama kita dan kenangannya tidak akan terhapus” ujar Leon
“Baiklah! Aku akan mendukungmu” ujar Violin semangat
“Aku akan kembali berlatih lagi ibu , beristirahatlah” ujar Leon langsung pergi latihan pedang bersama Pheonix
“Apakah Leon tidak akan mendapatkan serigalanya?” guman Violin
“Tentu saja aku sudah melihat tanda-tanda kehidupan yang akan datang di dalam diri Leon” ujar naga Perak yang membuat Leon menatap naga Perak tidak percaya
“Percayalah kepada anakmu bahwa dia bisa mencapai ambisinya” ujar naga Perak tersenyum lalu pergi meninggalkan Violin sendiri yang sedang termenung
Di lain Tempat
“Sekali lagi!” ujar Leon yang terus kalah beradu pedang dengan Pheonix
“Aku hanya menggunakan seperempat kekuatanku” ujar Pheonix
Darren sangat kelelahan menghadapi Pheonix , Darren dan Leon berusaha menjatuhkan pedang yang berada di tangan Pheonix namun sudah beberapa jam mereka latihan tidak dapat sedikit pun menyentuh tangan Pheonix
“Strategi kalian sangat kacau” ujar Pheonix yang masih lincah dengan gerakan mereka
“Aku hanya seorang wanita” ujar Pheonix lagi saat Darren dan Leon gagal lagi mengalahkan Pheonix
“Kau memang wanita tapi kau adalah seorang ratu” ujar Darren
“Kau salah jika kau berpikir aku hebat karena aku adalah ratu” ujar Pheonix yang membuat Leon dan Darren diam
“Aku mencintai pedang bahkan saat umurku 5 tahun dan aku berlatih terus sehingga aku menyerah untuk sesaat” ujar Pheonix
“Menyerah sesaat?” tanya Leon
“Ya , semua itu karena aku selalu kalah saat melawan pelatih dan ayahku” ujar Pheonix yang membuat Leon dan Darren terdiam
“Aku membenci pedang di saat aku kalah dan kalah bahkan ribuan kali aku kalah” ujar Pheonix menatap pedangnya
“Ayah dan pelatihku yang melihat aku mengalami penurunan hingga ayah harus menasihatiku dan bilang kepadaku bahwa kekalahan itu tidak harus di benci walaupun kau harus mengalaminya ribuan kali kekalahan itu harusnya kau sukai dan menjadikannya pengalaman dan pelajaran letak kesalahan yang membuatmu kalah” ujar Pheonix yang membuat Leon dan Darren semakin terdiam
“Jika kau tidak pernah mengalami kekalahan maka kau tidak akan tahu letak kesalahan yang kau perbuat karena makhluk di dunia ini tidak ada yang sempurna” ujar Pheonix lagi yang membuat Leon dan Darren mengerti
“Kalian beristirahatlah dan melihat di mana letak kesalahan kalian” ujar Pheonix lalu pergi meninggalkan Leon dan Darren yang termenung
“Kita terlalu tergesa-gesa Leon, kau lihat cara ratu Pheonix mengayunkan pedangnya?” tanya Darren
“Hm , sebaiknya kita makan terlebih dahulu sudah terlalu sore aku sangat lapar” ujar Leon
“Kau! Bagaimana kau sempat-sempatnya memikir makanan sedangkan kita sedang menghadapi sang ratu Pheonix” ujar Darren kesal yang melihat Leon langsung pergi mencari makan
Leon sebenarnya hanya mau memikirkan bagaimana cara menyusun strategi jika sudah mendapatkan informasi dari 7 temannya
“Jika kau berniat menyerang kerajaan Serpent kau harus bis mengalahkanku” ujar ratu Pheonix tiba-tiba membuat Leon melihat ke arah ratu Pheonix
“Aku tahu kau kurang konsentrasi karena memikirkan hal itu bukan? Naga Perak selalu membicarakan sifatmu yang selalu terburu-buru membuat kau selaku menerima pukulan dati Darren” ujar Pheonix lagi yang tidak mendapat jawaban sari Leon
“Kau sudah tahu banyak tentangku Pheonix jadi aku mohon bimbinganmu dalam melatihku” ujar Leon lalu berlalu meninggal Pheonix sendiri
“Kau sangat keras kepala Leon” guman Pheonix
“Bagaimana Pheonix? Apakah mereka bisa mengejarmu?” tanya naga Emas
“Kerja sama mereka berkurang , aku rasa ada yang mengganggu pikiran mereka berdua” jawab Pheonix
“Oh begitu ya , aku rasa mereka harus menyelesaikan masalah mereka sendiri” ujar naga Emas yang membuat Pheonix menghela nafas
“Aku tidak bisa terus-terusan di sini kerajaanku harus di jaga karena kerajaan Serpent sedang mengincar keluargaku” ujar Pheonix yang membuat naga Emas terkejut
“Kenapa kau tidak meminta bantuan kepada kami semua?” tanya naga Emas
“Aku sudah membuat mantra pelindung tapi tetap saja aku khawatir terhadap wargaku” ujar Pheonix lagi
“Aku akan membicarakan ini kepada yang lain” ujar naga Emas
“Aku tidak mau merepotkan kalian semua!” ujar Pheonix marah
“Aku tidak bisa kau menanggung ini semua sendirian!” ujar naga Emas
“Ini tidak berat Emas! Lebih baik urusi saja urusanmu jangan ikut campur urusanku!” ujar Pheonix marah
“Kita bertarung! Siapa yang kalah akan mengikuti perkataan yang menang!” ujar naga Emas
“Baiklah! Aku terima tantanganmu Emas!” ujar Pheonix meremehkan naga Emas yang membuat naga Emas sangat emosi
Mereka berdua berjalan menuju tempat yang lebih luas dan berubah menjadi bentuk masing-masing wujud asli mereka yang membuat semua memerhatikan mereka berdua
“Majulah Emas!”
“Majulah Pheonix!”